-->

Waspadai Wabah Narsistik!

Waspadai Wabah Narsistik!

“Ini loh gue!” Mungkin kata itulah yang dimaksud dalam setiap foto-foto yang diunggah di berbagai media sosial, bagi kaum-kaum narsis, seakan-akan media sosial adalah sebuah wadah untuk menuangkan berbagai macam ekspresinya, bagaimana tidak? Saat ini di instagram, facebook, sudah menjadi galeri umum bagi kaum-kaum narsistik, setiap gerak gerik mereka sudah tidak luput dari jepretan kamera.
Dari sifat narsistik tersebut dapat kita tarik bahwa ada beberapa karakter yang ada pada orang yang suka narsis 1) Memamerkan dirinya, dan berharap orang lain akan memberikan pujian, selain itu juga merasa layak untuk diperlakukan istimewa 2) Kecenderungan untuk memandang dirinya secara berlebihan 3) Tumbuh perasaan paling cantik(tampan), unik dan masih banyak lagi. Oleh karena itu dalam Islam perilaku narsis masuk dalam istilah ‘ujub atau takabbur.

Dan sebenarnya perilaku narsis akan membuat pribadi seseorang akan rendah dimata publik, sebab perilaku narsis akan menunjukkan sifat kekanak-kanakan, kemanjaan dan semacamnya. Oleh sebab itu orang yang suka narsis biasanya tidak disegani bahkan tidak dihormati. Semisal kita adalah seorang tokoh, guru, ustad dan semacamnya, lalu kita bertingkah narsis sehingga diketahui oleh orang lain. Tentu orang yang melihat kita akan berpikir gimana gitu?.
Apalagi jika narsistik ini terjadi pada perempuan, bukan hanya menurunkan martabat mereka dimuka publik saja tapi akan menghilangkan keanggunan dari perempuan itu sendiri. Karena pada perempuan terdapat magnet yang bisa menarik hasrat kaum laki-laki, oleh karena itu perempuan harus pandai-pandai menjaga dirinya, bukan malah diumbar-umbar di media sosial. Mungkin ya, cuma dapat jempol doang, tapi dampaknya sangat besar bagi si perempuan.

Narsistik Pada Perempuan
“Kan tubuhku sudah ditutupin, aku sudah pakek jilbab dan pakaian muslimah” bagi perempuan yang menjawab demikian berarti mereka tidak tahu bahwa yang mengundang hasrat bagi laki-laki bukan hanya aurat dan bentuk tubuhnya saja tapi dengan mereka narsis dan mengunggah fotonya di media sosial itu juga dapat mengundang hasrat bagi kaum laki-laki. Apalagi sampai berpose dengan mengeluarkan lidahnya, memanyunkan bibirnya, melenggak lenggok manja dan yang lainnya.
Kenapa bibir masuk? Karena wajah(terutama bibir) juga termasuk aurat yang dapat menimbulkan fitnah, apalagi dengan ekspresi narsis yang seperti itu. Mending pakai cadar aja deh, karena wajah kan juga bagian dari aurat. Antisipasi!

Pandangan Laki-Laki Tentang Perempuan Narsistik
Dikutip dari beberapa buku dan wawancara singkat, dapat disimpulkan bahwa terdapat beberapa pandangan laki-laki terhadap wanita yang sering posting foto, diantaranya ada yang mengatakan tidak suka secara mutlak. Artinya terserah mau foto yang biasa saja maupun yang tak layak posting. Alasannya, jika perempuan itu adalah pasangannya, dia tidak sudi jika perempuannya dijadikan tontonan orang-orang meski fotonya saja yang ditonton, jadi para perempuan harus bersyukur jika memiliki pasangan yang demikian, karena dia sampai segitunya menjaga kehormatan pasangannya di depan publik. Bahkan ada yang melarang pasangannya bermain facebook atau media sosial yang lain karena dia takut dengan dia bermain media sosial akan merusak reputasinya karena sedikit-sedikit curhat lewat status, sedikit-sedikit posting foto, dan lain-lain.
Komentar diatas mungkin didasarkan bahwa perempuan itu hanyalah hiasan untuk pasangannya saja, bukan malah posting foto yang diumbar-umbar di publik untuk mencari respon dari orang yang melihatnya. Tapi ada juga yang berpendapat, untuk membiarkan pasangannya memposting foto asalkan menutupi aurat dan sesuai batas kewajarannya.

Jadi kita harus lebih bijak dan berhati-hati lagi dalam menggunakan sosial media karena pada dasarnya fasilitas ini adalah untuk media interaksi antara satu dengan yang lain, kok kita malah menyalahgunakannya untuk mengumbar-ngumbar aurat, dan kita harus sadar bahwa jika kita tidak berhati-hati dalam menggunakannya akan menjatuhkan nama baik kita, tanpa kita sadari.

0 Response to "Waspadai Wabah Narsistik!"

Post a Comment

Iklan Bawah Artikel