-->

Sabar Sampai Puncak Itu Indah

Iman itu terbagi dari dua bagian. Setengahnya adalah kesabaran dan setengahnya lagi adalah syukur, sesuai dengan yang disebutkan dalam khabar-khabar dan atsar-atsar.
          Sedangkan kesabaran terdiri dari beberapa instrumen-instrumen yang selalu melekat, yakni pengetahuan, keadaan dan amal. Maka pengetahuan bisa diibaratkan sebagai sebuah pohon, keadaan sebagai rantingnya dan amal sebagai buahnya. Dengan demikian, kesabaran menjadi kunci dari mashlahat keagamaan, yang pada akhirnya bisa menimbulkan yang namanya kekuatan dan dorongan untuk melakukannya.
Dalam kitab Mukasyafah Al-Qulub diakatakan, bahwa kata sabar terdapat beberapa macam arti :

Sabar Untuk Taat Kepada Allah

          Sejak seseorang menginjak usia baligh, berarti ia telah bersedia menerima semua konskuensi-konskuensi yang ditimbulkan dari interaksinya sebagai mahkluk sosial dan sebagai hamba tuhan. Bisa saja itu adalah konskuensi yang menyebabkan dirinya mulia disisi manusia dan Rabbnya dan bisa saja sebaliknya. Dengan taat kepada Allah berarti seorang hamba telah memproklamirkan dirinya untuk selalu mengikuti petunjuk-Nya, tidak melanggar perintah-Nya dan sebagainya.

Sabar Dalam Menjauhi Larangan Allah

          Setiap agama mempunyai perintah dan juga larangan kepada setiap penganutnya. Terlebih dalam agama Islam, yang merupakan agama yang paling kompleks dalam mengarahkan umatnya.
Menjauhi larangan yang telah Allah tetapkan memang bukan suatu hal yang mudah. Dibutuhkan latihan yang lama dan masa yang lama untuk bisa mencapainya.
          Namun, bagi siapa saja yang sanggup melaluinya, maka berbahagialah, karena Allah telah mempersiapkan derajat yang tinggi disisinya. Dalam Mukasyafah Al-Qulub dikatakan, “...barangsiapa yang sabar dalam menjauhi larangan Allah, maka kelak dihari kiamat, Allah berikan kepadanya 600 derajat, yang setiap derajat menyamai apa yang ada diantara tujuh langit dan bumt...”

Sabar Menerima Takdir

          Bagian yang ketiga ini jauh lebih berat bilamana dibandingkan dari dua bagian sebelumnya, karena takdir adalah hak prerogatif Allah ta’ala. Suatu contoh, jika kita ditakdirkan dengan kondisi fisik yang tidak sempurna, maka kita harus tetap sabar. Jangan sekai-kali menuduh Allah tidak adil dan bijaksana. Seseorang bisa saja mampu untuk bersabar dalam taat kepada Allah dan menjauhi larangannya, namun belum tentu seseorang tersebut akan sabar dalam menghadapi takdir Allah yang lain dari harapannya. Nah, disinilah kadang kita banyak yang gagal.

          Taukah kita? apa yang telah Allah persiapkan bagi kita yang mampu bersabar pada saat tertimpa musibah atau qana’ah akan takdir Allah yang dicatatkan kepada kita? Allah persiapkan bagi mereka yang berhasil menjalaninya. Apa itu? “...barang siapa yang sabar manakala ia tertimpa musibah atau cobaan dari Allah, maka Allah akan memberi 700 derajat kepada orang tersebut kelak di surga. Dimana setiap derajatnya itu menyamai dengan sesuatu yang ada diantara Arsy sampai bintang tsura...”
          Sayyidina Ali bin Abu Thalib r.a pernah menerangkan, bahwa setiap orang yang mencapai derajat muthi’ (orang yang taat), kelak akan ditimbang amalnya dengan timbangan atau takaran. Berbeda dengan orang yang berderajat shabir (orang yang sabar), mereka ini mengeruk pahala laksana mengeruk debu yang tidak terhitung jumlahnya. Sungguh luar biasa derajat orang sabar. Selain mendapatkan pahala yang besar, juga dikatakan sebagai bagian dari iman.
          Inilah sekelumit sketsa mengenai kesabaran. Pada intinya, bahwa sabar mereupakan salah satu sifat dan karakter orang mu’min, yang sesungguhnya sifat ini dapat dimiliki oleh setiap insan. Karena pada dasarnya manusia memiliki potensi untuk mengembangkan sikap sabar ini dalam hidupnya.
          Sabar tidak identik dengan kepasrahan dan menyerah pada kondisi yang ada, atau identik dengan keterdzoliman. Justru sabar adalah sebuah sikap aktif, untuk merubah kondisi yang ada, sehingga dapat menjadi lebih baik dan baik lagi. Oleh karena itulah, marilah secara bersama kita berusaha untuk menggapai sikap ini. Insya Allah, Allah akan memberikan jalan bagi hamba-hamba-Nya yang berusaha di jalan-Nya.

0 Response to "Sabar Sampai Puncak Itu Indah"

Post a Comment

Iklan Bawah Artikel